Metsky Dine & Lounge, Menikmati Atmosfer Kota Bekasi Dari Hotel Horison


 


Sering saya mendapatkan peluang bermalam di Hotel Horison Bekasi. Tapi semenjak waktu peningkatan hotel ini saya baru berpeluang bermalam pada 29 - 30 Oktober 2015. Berkali-kali bermalam di Hotel Horison Bekasi, belum juga saya tuliskan reportase atau ulasan-nya. Baru sepintas saya tulis di 'Semalam di Hotel Horison Bekasi'. Rupanya dinner serta breakfast yang kami peroleh di saat bermalam tempo hari di Metsky Dine & Lounge, restaurant yang baru dibuka bertepatan dengan peningkatan hotel-nya. Terdapat di lantai 10 hingga beberapa tamu bisa nikmati view kota Bekasi pada ketinggian. Serta bisa disebutkan tempat ini jadi tempat hangout paling prestise di Bekasi. Dengan cara periodik (tiap bulan) resto mengusung thema spesifik selama setahun.

Tentang Website Judi Slot Bersertifikat

Saya tempati kamar 1612, di lantai paling tinggi hotel yang disebut 'West Building' alias gedung hotel baru, Datang di hotel telah lebih dari jam 7 malam. Umumnya saya langsung ke arah kamar lewat lift tanpa ada keycard, tapi sebab saat ini kami mendapatkan kamar di gedung baru alias 'West Building' karena itu saya terlebih dulu ke lantai 6 selanjutnya meminta tolong ke Bang Security untuk terhubung lift yang saya naiki supaya bisa ke arah lantai 16. Mengambil keycard di kamar 1611, serta sehubungan kakak-kakak saya telah dinner , karena itu sesudah menempatkan barang bawaan di kamar , saya langsung ke arah lantai 10 untuk dinner di Metsky Dine & Lounge.


Tidak langsung ambil makanan, saya memperhatikan situasi resto serta makanannya. Memperbandingkan dengan resto di gedung awalnya yang umum kami dinner atau breakfast waktu bermalam di hotel ini. Kecuali dinner serta breakfast saya dan keluarga seringkali sahur di resto hotel. Ramadhan tahun kemarin, seputar 3 - 4 hari mendekati lebaran saya ajak Dion serta mama-nya bermalam serta sahur di hotel ini. Waktu itu kami semasing mendapatkan kamar suites loh...yaaa meskipun bangunan lama...hehe...


Telah tidak beberapa pengunjung yang berada di resto sebab waktu sudah memperlihatkan bertambah jam 8 malam. Dengan bebas saya ambil makanan prasmanan serta pilih meja tempat makan, saya pilih yang tempat duduknya sofa panjang agar leyeh-leyeh enjoy nikmati me time pada malam Jum'at. WiFi-nya tanpa ada sandi, tapi tidak konstan. Mendekati jam 10 malam kelihatannya terdengar live music dari outdoor tempat. Saya tinggalkan resto ke arah kamar hotel dengan perut yang Alhamdulillah kenyang. Sesudah saya pikir-pikir kok menu yang saya mengambil bertambah seperti menu breakfast yach? hahaha....untung deh makan sendirian, jadi tidak ada yang perhati'in. Kakak saya bertanya apa saya berjumpa dengan Fajar serta istrinya di resto, sebab mereka berdua tiba ke hotel tidak lama sesudah saya tiba. Waaah, perasaan tidak melihat mereka berdua deh. Tapi yach begitu, pada sebuah ruang saya seringkali tidak bertemu sama orang yang saya mengenal. Saya begitu sich jika sudah asyik, senang tidak perduli sama orang di sekitar saya.


Breakfast, 30 October 2015


Esok paginya saya ke resto bersama-sama kakak pertama serta ke-5. Beuh, tunggu-tungguan deh! Itu-lah mengapa saya bertambah asyik jika sendirian, tidak pakek tunggu-tungguan yang mengambil alih waktu. Ditambah lagi jam 10 saya ada pekerjaan di wilayah Roxy.


Sajian Jamu Indonesia serta Sushi Jepang (Plus Miso Soup) ada sama seperti yang terhidang di resto lama. Tapi kesempatan ini penampilannya bertambah kekinian. Self service saya ambil botol di wadah di sepeda, tujuannya minum Kunyit serta Beras Kencur, tapi demikian saya minum di meja makan...huuuaaa, kelihatannya yang tertuang di gelas saya ialah jamu Sambiloto yang pahitnya buat lidah melelet ala suku Maori. Bukan anti minum jamu pahit sich, tapi seharusnya semua tamu - please deh ah- sesudah ambil suatu hal mboq ya di kembalikan ke tempat sebelumnya. Disiplin!


Menu Sushi meskipun macamnya terbatas (Cuma Gunkan) tetapi cukup menghibur indra rasa buat fans camilan Jepang ini. Sukuri saja deh,Kakaaaak :))


Breakfast kesempatan ini saya nikmati Soto Padang yang bumbunya bertambah "light" dibanding di resto-resto Padang populer di Indonesia. Iya-lah, itu sudah cocok kok sebab pagi-pagi perut jangan terlalu di gempur oleh bumbu-bumbu yang berat!


Di penghujung breakfast saya mengolah beberapa macam yoghurt di susun di gelas bersama-sama buah pepaya serta nanas...ah sayangnya tidak ada Chia Seed sich. Jadilah "Parfait ala Anna" jadi makanan penutup saya pagi itu.


Eeeeh, breakfast kesempatan ini kok saya tidak bertemu Fajar serta istrinya lagi yach? Walau sebenarnya tuch kakak pertama serta ke-5 yang duduk semeja dengan saya bertemu dengan mereka. Aaaah kemungkinan saya begitu konsentrasi dengan sajian yang ada. Seperti waktu breakfast di Bidakara Hotel...saya tidak bertemu Lia.


Popular posts from this blog

Prada contacted Hollywood heavyweights Jeff Goldblum as well as Kyle MacLachlan

Invite for your sensory transformation, many thanks to the pandemic

Can making use of open-source details on-line acquire you detained for overseas obstruction?